PAYUNG DARI IBU KUNTILANAK PENUNGGU POHON KAMBOJA

VALENCIA
Kala itu sudah malam dan waktu juga menunjukkan waktu 20.00 tepat, amun aku disuruh oleh mama ku untuk membeli gula diwarung. Jarak antara rumah dengan warung memang lumayan jauh, apalagi langit kala itu sudah sangat gelap karena mendung. Aku juga hanya bisa berjalan kaki dari rumah, sesampainya diwarung akupun segera membeli gula dan juga membeli beberapa jajanan untuk cemilanku dirumah nanti. Setelah selesai membeli gula aku pun bergegas pulang menuju rumah karena takut hujan akan turun sangat lebat malam ini.

Namun saat aku sedang berjalan, tiba-tiba muncul angin besar yang membuatku merasa dingin dan benar saja setelah angin yang lewat turun hujan yang sangat lebat. Akupun hanya bisa berteduh di bawah pohon kamboja. Saat aku sedang berteduh ada seorang ibu-ibu yang ingin meminjamkan payung nya kepadaku.

Ibu : Adek kehujanan iya? Gimana kalau ibu pinjamkan payung mau, kebetulan ibu ada bawa payungnya dua.
Aku : Ya bu, boleh kah saya pinjam payungnya. Kata ku dengan senyuman.
Ibu : Iya dek boleh.

Aku langsung saja membuka payung itu tanpa pikir panjang. Saat aku ingin mengucapkan terima kasih, tiba-tiba ibu itu menghilang. Aku mengira bahwa ibu itu sudah pergi, tapi kemana dan mengapa bisa secepat itu dia berjalan. Lalu saat aku ingin berjalan terdengar suara tertawa cekikikan “hihihi” saat itu juga aku mencari asal suara dan ternyata suara itu berasal dari atas pohon kamboja tempatku berteduh.

Saat aku melihat ke atas ternyata ada perempuan berbaju putih yang duduk di atas pohon, perempuan itu memiliki rambut kusut serta wajah menyeramkan yang sangat pucat dan kakinya tidak terlihat karena bajunya sangat panjang. Sebenarnya aku ingin segera berlari, tapi aku hanya bisa terpaku berdiri sambil menangis. Lalu saat aku terbangun aku melihat mama ku dengan wajah yang sedang cemas melihatku.

Lalu aku bertanya mama apa yang sedang terjadi. Mamaku pun menceritakan bahwa aku tidak kembali kerumah lalu mereka mencariku. Kemudian aku ditemukan dalam kondisi pingsan di bawah pohon Kamboja. Ternyata aku juga telah pingsan selama 4 jam, badanku terasa sangat dingin dan aku juga demam karena kehujanan. Sesampainya dirumah aku pun menceritakan apa yang sudah terjadi tadi. Dan semenjak itu ibuku tidak pernah lagi menyuruhku membeli gula saat malam hari.
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment