KERICUHAN BESAR MASA DENGAN KPK, AHOK PANAS!!! PENDEMO RUSAK HALTE TRANS JAKARTA

VALENCIA
KERICUHAN BESAR kembali terjadi hingga bentrok dengan Kepolisian di depan gedung KPK. Akibat terjadinya kericuhan ini dipicu oleh masa yang datang dari Jakarta Utara. Padahal awalnya para pendemo datang dengan damai, karena sebelum kericuhan terjadi para pendemo ini sempat menyanyi.

Namun setelah beberapa nyanyian selesai masa langsung menyerbu blokade para polisi. Serangan keras dari para masa ini membuat polisi menembakan peluru ke udara dan melepaskan beberapa gas air mata untuk meredam amukan masa. Ternyata masa kembali menyerang dengan melempar berbagai benda seperti Batu, Telur, Kayu, dan beberapa benda tumpul lain yang mereka bawa.

BENTROK GEDUNG KPK
Para masa ini melakukan demo dengan tuntutan kepada KPK agar menyelesaikan kasus" besar, Seperti BLBI, HAMBALANG, CENTURY, dan beberapa kasus besar lainnya. Hingga kerusuhan ini terjadi karena ada beberapa provokator dari masa yang memulai kericuhan ini. Polisi akhirnya menangkap dan menahan setidaknya tujuh orang warga yang di anggap sebagai provokator.

Sebelum terjadi nya kericuhan masa dari dua gerakan ini sudah di wakili oleh Rahmawati Soekarno Putri sudah bertemu dengan wakil dari KPK dan masuk untuk bernegosiasi  di dalam gedung KPK. Namun ternyata masa terpancing oleh para provokator sehingga terjadinya kericuhan.

Hingga setelah kericuhan ini reda, dari pihak masa ingin bernegosiasi kepada Kapolri atau pihak KPK agar melepaskan beberapa teman mereka yang di tahan agar dibebaskan. Sehingga mereka bisa langsung pulang dan meyelesaikan aksi demo mereka.

 BENTROK GEDUNG KPK
Bagaiman dengan negosiasi tersebut hingga sore hari para masa belum mendapatkan kepastian mengenai teman mereka yang di tangkap. Sehingga masih banyak masa yang menunggu di depan gedung KPK. Untuk lebih lengkap nya akan kami tayangkan dalam Video yang kami dapat dibawah ini, Mengenai bagaimana Kericuhan yang terjadi di depan Gedung KPK.

 
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment